Mengenal Ka’bah Lebih Dekat
Ka’bah merupakan bangunan suci umat Islam yang berada di tengah Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Bangunan ini menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia ketika melaksanakan salat. Bagi setiap Muslim, melihat Ka’bah secara langsung merupakan pengalaman spiritual yang sangat istimewa, terutama saat menjalankan ibadah Umrah maupun Haji. Namun, di balik kemegahannya, Ka’bah menyimpan banyak kisah sejarah dan keunikan yang belum tentu diketahui semua orang. Mulai dari perubahan bentuk bangunan sepanjang sejarah hingga detail arsitektur di bagian dalamnya, setiap fakta memberikan perspektif baru tentang Baitullah, ini adalah beberapa fakta menarik tentang Ka’bah yang bisa diketahui.
Berikut tiga fakta menarik tentang Ka’bah yang layak diketahui oleh setiap Muslim.
1. Ka’bah Pernah Memiliki Dua Pintu dalam Sejarahnya
Banyak orang mengenal Ka’bah dengan satu pintu utama yang posisinya lebih tinggi dari permukaan lantai Masjidil Haram. Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa Ka’bah pernah memiliki dua pintu yang memungkinkan orang masuk dan keluar melalui akses berbeda.
Perubahan tersebut berkaitan dengan pembangunan kembali Ka’bah pada masa Abdullah bin Zubair. Berdasarkan catatan sejarah yang dijelaskan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, Abdullah bin Zubair membangun Ka’bah dengan dua pintu yang sejajar dengan permukaan tanah. Ia juga memasukkan area Hijr Ismail ke dalam bangunan Ka’bah.
Namun, setelah pasukan Al-Hajjaj bin Yusuf menguasai Makkah pada masa Dinasti Umayyah, bangunan tersebut kembali diubah atas perintah Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Salah satu perubahan pentingnya adalah penutupan pintu di sisi barat dan pengembalian bentuk Ka’bah seperti yang dibangun kaum Quraisy.
Sejak saat itu, bentuk Ka’bah mengalami sejumlah perubahan dan renovasi sepanjang sejarahnya.
Mengapa fakta ini menarik?
Pintu Ka’bah yang kita lihat sekarang bukan sekadar bagian dari arsitektur bangunan, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah dan perubahan bentuk Ka’bah dari masa ke masa.
2. Bagian Dalam Ka’bah Memiliki Tiga Tiang Kayu Penyangga Atap
Pemandangan Ka’bah dari luar sangat mudah dikenali. Namun, tidak semua orang mengetahui seperti apa bagian dalam bangunan suci ini.
Menurut Saudipedia, ensiklopedia digital Arab Saudi, bagian dalam Ka’bah memiliki tiga tiang kayu yang berfungsi menopang atap. Selain itu, terdapat lantai dan bagian dinding yang dilapisi marmer, ornamen kaligrafi, serta kain sutra yang menghiasi bagian dinding dan langit-langit.
Di dalamnya juga terdapat tangga menuju atap dan sebuah pintu yang dikenal sebagai Bab al-Tawbah, yang menjadi akses menuju bagian atap Ka’bah.
Interior Ka’bah memiliki karakter yang berbeda dari tampilan luarnya. Jika bagian luar identik dengan Kiswah hitam berhiaskan kaligrafi, bagian dalamnya memperlihatkan detail arsitektur dan dekorasi yang tidak terlihat oleh jamaah saat melakukan tawaf.
Mengapa fakta ini menarik?
Tiga tiang kayu tersebut memperlihatkan bahwa Ka’bah bukan hanya bangunan yang memiliki nilai spiritual, tetapi juga struktur arsitektur yang membutuhkan penyangga dan perawatan khusus.
Kesempatan memasuki bagian dalam Ka’bah sangat terbatas. Karena itu, informasi mengenai interiornya menjadi salah satu hal yang menarik untuk dipelajari sebelum berkunjung ke Masjidil Haram.
3. Kain Kiswah Ka’bah Memiliki Berat Lebih dari Satu Ton
Salah satu ciri paling ikonik dari Ka’bah adalah kain hitam yang menyelimuti seluruh bagian luarnya. Kain ini dikenal dengan nama Kiswah dan dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an menggunakan benang berwarna emas dan perak.
Namun, Kiswah bukan kain biasa. Proses pembuatannya melibatkan keterampilan khusus, teknologi modern, serta pengerjaan manual yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Berdasarkan laporan Saudi Press Agency pada 16 Juni 2026, Kiswah untuk tahun Hijriah 1448 memiliki berat sekitar 1.410 kilogram. Proses pembuatannya melibatkan 150 perajin dan pengrajin Saudi selama kurang lebih 11 bulan.
Kiswah tersebut terdiri atas 47 bagian kain sutra hitam yang dihiasi 30 ayat Al-Qur’an menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat. Proses produksinya mencakup beberapa tahap, mulai dari persiapan bahan, pencucian sutra, penenunan, pencetakan, penyulaman, perakitan, hingga pemeriksaan akhir.
Setiap tahap dikerjakan dengan teliti agar Kiswah memiliki kualitas dan tampilan yang sesuai untuk menyelimuti bangunan paling suci dalam Islam.
Mengapa fakta ini menarik?
Berat Kiswah yang mencapai lebih dari satu ton menunjukkan besarnya skala pengerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghasilkan kain penutup Ka’bah. Keindahan kaligrafinya juga menjadi salah satu bentuk seni Islami yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Memahami Sejarah Ka’bah Membuat Perjalanan Umrah Lebih Bermakna
Mempelajari fakta-fakta tentang Ka’bah bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu kita memahami sejarah dan keistimewaan Baitullah dengan lebih baik.
Dari perubahan bentuk pintu sepanjang sejarah, tiga tiang kayu di bagian dalam, hingga proses pembuatan Kiswah yang melibatkan ratusan tahapan pekerjaan, semuanya menunjukkan bahwa Ka’bah memiliki kisah panjang yang menarik untuk dipelajari.
Ketika berkesempatan mengunjungi Masjidil Haram, pengetahuan ini dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan Umrah bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah. Umrah juga merupakan kesempatan untuk memperdalam ilmu, meningkatkan kualitas ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi Anda yang merencanakan perjalanan Umrah bersama keluarga, persiapan yang baik dapat membantu perjalanan ibadah terasa lebih nyaman dan terarah.
Alfursan Travel — Bersama Alfursan, Insya Allah Aman & Nyaman.
Pelajari program perjalanan Umrah Alfursan Travel dan temukan pilihan perjalanan yang sesuai untuk Anda dan keluarga melalui website resmi Alfursan Travel.
Referensi
- Kementerian Agama Republik Indonesia — Melihat Kembali Sejarah Ka’bah.
- Saudipedia — List of the Internal Elements of al-Kaaba al-Musharrafa.
- Saudi Press Agency — Holy Kaaba Adorned with New 1448 AH Kiswa Crafted by 150 Saudi Artisans.






